1. DASAR HUKUM

Regulasi Primer

  1. PP 34/2016 — Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli atas Tanah dan/atau Bangunan. Berlaku sejak 7 September 2016. Status: Aktif. Mencabut dan menggantikan PP 48/1994, PP 27/1996, PP 79/1999, dan PP 71/2008.

    Regulation Chain: PP 48/1994 → PP 27/1996 → PP 79/1999 → PP 71/2008 → PP 34/2016 (konsolidasi, final, mencakup PPJB).
    Perubahan kunci PP 34/2016: (1) PPh PPJB & perubahannya kini bersifat final; (2) Wajib setor sebelum penandatanganan akta/keputusan lelang; (3) Pengusaha properti: PPh terutang saat diterima pembayaran; (4) Tarif 1% untuk Rumah Sederhana/Rusun Sederhana. (PP 34/2016 — seluruh dokumen)

Regulasi Pelaksana & Tata Cara

  1. PMK-261/PMK.03/2016 — Tata Cara Penyetoran, Pelaporan, dan Pengecualian Pengenaan PPh atas Penghasilan dari PHTB dan PPJB. DICABUT oleh PMK-81/2024 — ketentuannya diintegrasikan ke dalam sistem Coretax.
  2. PMK-81/2024 — Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax). Berlaku 31 Des 2024. Status: Aktif. Mengatur tata cara penyetoran, pelaporan, dan pengecualian untuk seluruh jenis pajak termasuk PPh PHTB. Mencabut 29 PMK termasuk PMK-261/2016. Menggantikan mekanisme manual dengan Kode Billing via Coretax.
    UPDATE: Diubah 3 kali — PMK-53/2025, PMK-54/2025, dan terakhir PMK-1/2026 (perubahan ke-4, 22 Jan 2026) memperluas cakupan e-Bupot Unifikasi. (Pasal 4-6, 15-18 PMK-81/2024 jo. PMK-1/2026)

Regulasi Validasi & Penelitian

  1. PER-21/PJ/2019 — Peraturan Dirjen Pajak tentang Tata Cara Penelitian Bukti Pemenuhan Kewajiban Penyetoran PPh atas Penghasilan dari PHTB dan/atau Perubahan PPJB. Berlaku: 24 Okt 2019. Status: Aktif. Dasar hukum e-PHTB — mengizinkan permohonan penelitian formal secara elektronik (DJP Online). Mencabut PER-18/PJ/2017 dan PER-33/PJ/2017. (PER-21/PJ/2019)
  2. SE-28/PJ/2020 — Surat Edaran Dirjen Pajak tentang Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Bukti Pemenuhan Kewajiban Penyetoran PPh atas Penghasilan dari PHTB dan/atau Perubahan PPJB. 30 Apr 2020. Status: Aktif. Mengatur tata cara penelitian formal dan material. Mencabut SE-40/PJ/2017 & SE-13/PJ/2019. (SE-28/PJ/2020)
  3. PER-8/PJ/2023 — Peraturan Dirjen Pajak tentang Tata Cara Pengecualian Pembayaran PPh atas PHTB & Perubahan PPJB, Fasilitas Pengurangan PPh Badan di KEK, dan Pembebasan PPh Rumah Sangat Mewah di KEK Pariwisata. 15 Des 2023. Status: Aktif. Mencabut PER-28/PJ/2009 & PER-30/PJ/2009. Mengatur tata cara SKB Pengecualian untuk kategori Pasal 6 PP 34/2016 (waris, hibah, <Rp60jt, dll). (PER-8/PJ/2023)

Regulasi Terkait (Hibah & Subjek Pajak)

  1. PMK 114/2025 — Perlakuan PPh atas Bantuan/Sumbangan, Zakat, Sumbangan Keagamaan Wajib, dan Harta Hibahan. 30 Des 2025, berlaku 31 Des 2025. Status: Aktif. Mencabut PMK-245/2008, PMK-254/2010, PMK-76/2011, PMK-90/2020. Mengatur perlakuan hibah tanah/bangunan — tetap dikecualikan sebagai objek PPh sepanjang memenuhi syarat Pasal 4 ayat (3) UU PPh (tidak ada hubungan usaha/pekerjaan/kepemilikan/penguasaan). (Pasal 14-18 PMK 114/2025)
  2. UU PPh (UU 7/1983 jo. UU 36/2008 jo. UU 7/2021 HPP) — Pasal 4 ayat (2): Penghasilan tertentu dapat dikenai PPh bersifat final. Pasal 4 ayat (3): Pengecualian objek PPh untuk hibah, waris, bantuan keagamaan. Pasal 18: Definisi hubungan istimewa untuk penentuan harga wajar. Pasal 26 ayat (2a): PPh atas pengalihan hak tanah/bangunan oleh WPLN.

2. TARIF PPh FINAL

2.1 Tabel Tarif

Kategori Transaksi Tarif KAP-KJS Dasar Hukum
Umum — bukan pengusaha properti 2,5% 411128-402 Pasal 2 ayat (1) PP 34/2016
Pengusaha properti — Tanah/Bangunan biasa 2,5% 411128-402 Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 ayat (2) PP 34/2016
Pengusaha properti — Rumah Sederhana & Rusun Sederhana 1% 411128-402 Pasal 2 ayat (4) jo. Pasal 3 ayat (2) PP 34/2016
Ke Pemerintah/BUMN/BUMD (pengadaan tanah kepentingan umum) 0% 411128-402 Pasal 2 ayat (6) jo. Pasal 4 PP 34/2016
PPJB & perubahannya (pengusaha properti) Mengikuti tarif di atas 411128-402 Pasal 3 ayat (2) jo. Pasal 5 PP 34/2016

Definisi Rumah Sederhana & Rusun Sederhana (Pasal 2 ayat 4 PP 34/2016): Sesuai kriteria yang mendapat fasilitas dibebaskan PPN sesuai peraturan perpajakan yang berlaku.

2.2 Siapa yang Menyetor?

Pihak Mekanisme Saat Penyetoran
Penerima penghasilan (penjual OP/Badan, non-properti) Setor sendiri Sebelum akta/keputusan/risalah lelang ditandatangani
Pengusaha properti (developers) Setor sendiri Paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah pembayaran diterima
Bendahara Pemerintah (jika pengalihan ke pemerintah) Dipungut Sebelum pembayaran dilakukan ke penjual
Penjual PPJB (pihak yang namanya di PPJB lama) Setor sendiri Sebelum adendum PPJB ditandatangani

(Pasal 3, 4, 5 PP 34/2016)

3. CARA PENENTUAN NILAI PENGALIHAN (DPP)

Situasi Transaksi Nilai Dasar Pengenaan PPh Dasar Hukum
Ke Pemerintah (pengadaan tanah) Nilai keputusan pejabat berwenang Pasal 2 ayat (2) PP 34/2016
Lelang (Vendu Reglement) Nilai menurut risalah lelang Pasal 2 ayat (2) PP 34/2016
Jual beli tanpa hubungan istimewa Nilai sesungguhnya diterima Pasal 2 ayat (3) huruf a PP 34/2016
Jual beli dengan hubungan istimewa Nilai seharusnya diterima (harga pasar wajar) Pasal 2 ayat (3) huruf b PP 34/2016
Tukar-menukar Nilai seharusnya diterima (harga pasar) Pasal 2 ayat (3) huruf c PP 34/2016
Hibah, lepas hak, penyerahan hak, waris Nilai seharusnya diterima (harga pasar) Pasal 2 ayat (3) huruf c PP 34/2016
PPJB tanpa hubungan istimewa Nilai sesungguhnya diterima Pasal 5 jo. Pasal 2 ayat (3) PP 34/2016
PPJB dengan hubungan istimewa Nilai seharusnya diterima (harga pasar wajar) Pasal 5 jo. Pasal 2 ayat (3) PP 34/2016

Definisi Hubungan Istimewa sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU PPh — kepemilikan >25%, hubungan modal/pengendalian, hubungan keluarga sedarah/semenda.

4. TATA CARA PENYETORAN & PELAPORAN

4.1 Pengalihan Hak Umum (Non-Pengusaha Properti)

  • Penerima penghasilan wajib menyetor sendiri PPh Final ke bank/pos persepsi melalui Kode Billing (Coretax)
  • Penyetoran harus dilakukan SEBELUM akta, keputusan, atau risalah lelang ditandatangani
  • KAP-KJS: 411128-402 (PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Pengalihan Hak Tanah dan/atau Bangunan)
  • Masa aktif billing: 7 hari sejak dibuat
  • Setelah bayar, NTPN tercatat di Buku Besar Coretax, lalu ajukan Permohonan Penelitian Bukti Pemenuhan Kewajiban Penyetoran PPh (Validasi SSP PPh PHTB)
  • PPAT, Pejabat Lelang, notaris HANYA BOLEH menandatangani jika bukti setor valid sudah diserahkan
  • Pejabat tersebut wajib lapor bulanan ke DJP

(Pasal 3 ayat (1), (5), (6) PP 34/2016; Pasal 4-6 PMK-81/2024)

4.2 Pengusaha Properti (Developer)

Perbedaan fundamental: PPh terutang SAAT DITERIMA PEMBAYARAN (uang muka, angsuran, bunga, biaya tambahan), bukan saat penandatanganan akta.

Tahap Kewajiban
Menerima uang muka/angsuran Hitung PPh 2,5% (atau 1% untuk RS/Rusun) dari jumlah yang diterima
Menyetor PPh Paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah pembayaran diterima
Pelaporan SPT Masa Sesuai ketentuan Coretax (e-Bupot Unifikasi / SPT Masa PPh Unifikasi)

(Pasal 3 ayat (2)-(4) PP 34/2016; Penjelasan PP 34/2016)

4.3 Pengalihan ke Pemerintah

  • Dipungut oleh Bendahara/Pejabat Pembayar SEBELUM pembayaran dilakukan ke penjual
  • Setor atas nama penjual (bukan nama bendahara)
  • Tarif 0% (final) untuk pengadaan tanah kepentingan umum
  • Pejabat wajib lapor ke DJP

(Pasal 4 PP 34/2016)

4.4 Pelaporan SPT Masa (Coretax)

  • PPh PHTB (setor sendiri) → dilaporkan dalam SPT Masa PPh Unifikasi paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya
  • Kode Billing dibayar sebelum akta → NTPN diinput saat lapor SPT Masa
  • Bukti potong via e-Bupot Unifikasi

(Pasal 15-18 PMK-81/2024 jo. PMK-1/2026)

5. PENGECUALIAN (TIDAK TERUTANG PPh)

No Kategori Syarat Utama Dasar Hukum
a OP penghasilan < PTKP, bruto pengalihan < Rp60.000.000 Tidak dipecah-pecah Pasal 6 huruf a PP 34/2016
b Hibah OP → keluarga sedarah garis lurus 1 derajat, badan keagamaan/pendidikan/sosial/yayasan, koperasi, OP usaha mikro/kecil Tidak ada hubungan usaha/pekerjaan/kepemilikan/penguasaan Pasal 6 huruf b PP 34/2016 jo. PMK 114/2025
c Hibah Badan → badan keagamaan/pendidikan/sosial/yayasan, koperasi, OP usaha mikro/kecil Sama seperti huruf b Pasal 6 huruf c PP 34/2016
d Waris — Pasal 6 huruf d PP 34/2016
e Wakaf — Pasal 6 huruf e PP 34/2016
f Pengalihan dalam rangka penggabungan/peleburan/pemekaran usaha badan Persetujuan nilai buku dari Dirjen Pajak Pasal 6 huruf f PP 34/2016
g BGS/BGSG (Bangun Guna Serah / Bangun Serah Guna) — Pasal 6 huruf g PP 34/2016
h Non-subjek pajak (wakil diplomatik, organisasi internasional) — Pasal 6 huruf h PP 34/2016
i Badan usaha pokok transaksi tanah/bangunan — pengalihan sebelum 1 Jan 2009 Penghasilan sudah dilaporkan di SPT Tahunan & PPh sudah dilunasi Pasal 6 ayat (2) PP 34/2016

Permohonan SKB diajukan ke KPP tempat tanah/bangunan berada, format lampiran PER-8/PJ/2023.

6. TATA CARA VALIDASI SSP PPh PHTB (e-PHTB)

Perubahan Prosedur Coretax: Validasi SSP PHTB tetap melalui e-PHTB di DJP Online/Coretax, namun dengan mekanisme baru:

  1. Buat Kode Billing via Coretax (menu Pembayaran → Layanan Mandiri Kode Billing)
  2. Isi data NOP, alamat, luas tanah/bangunan
  3. Bayar Kode Billing (ATM, mobile banking, teller)
  4. NTPN otomatis tercatat di Buku Besar Coretax
  5. Ajukan permohonan penelitian formal via e-PHTB di portal pajak.go.id

6.1 e-PHTB (Elektronik)

Fitur Keterangan
Akses DJP Online (pajak.go.id) — 24 jam
Waktu Proses Instan
Maks NTPN ≤ 10 per permohonan
Syarat Tarif tunggal 2,5%, bayar via SSP/NTPN (bukan Pbk), NTPN belum dipindahbukukan
Output Surat Keterangan Penelitian Formal (Suket)
Dasar Hukum PER-21/PJ/2019, SE-28/PJ/2020

6.2 Penelitian Formal Langsung (KPP)

Untuk WP yang tidak memenuhi kriteria e-PHTB (tarif non-tunggal, Pbk, >10 NTPN):

  • Ajukan ke KPP Pratama/KP2KP tempat tanah/bangunan berada
  • Waktu penyelesaian: Maks 3 hari kerja
  • Hasil: Suket atau Surat Pemberitahuan Tidak Lengkap/Tidak Sesuai

6.3 Penggantian & Pembatalan Suket

Jenis Penyebab Lampiran
Penggantian Suket Kesalahan tulis, hitung, tarif Suket asli
Pembatalan Suket Pembatalan transaksi pengalihan Suket asli + Surat pernyataan bermaterai transaksi batal

(SE-28/PJ/2020)

7. PERLAKUAN PPJB & PERUBAHANNYA

7.1 PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)

  • PPJB atas tanah/bangunan beserta perubahannya/adendumnya dikenai PPh Final
  • PPh terutang saat pembayaran diterima oleh penjual (pengusaha properti)
  • Tarif: sama dengan tarif pokok (2,5% / 1% / 0%)

(Pasal 3 ayat (2) jo. Pasal 5 PP 34/2016)

7.2 Perubahan/Adendum PPJB

  • Pihak PEMBELI LAMA (nama di PPJB sebelum adendum) wajib setor sendiri PPh atas keuntungan jual hak PPJB
  • Pihak PENJUAL (pengusaha properti) hanya tanda tangan adendum SETELAH bukti setor PPh ditunjukkan dan sudah diteliti KPP
  • Penjual wajib lapor perubahan PPJB ke DJP

(Pasal 5 PP 34/2016)

8. CONTOH KASUS

Contoh 1: Jual Beli Tanah — Orang Pribadi (Non-Pengusaha)

Fakta: Tuan Adi (OP non-pengusaha) menjual tanah 200 m² seharga Rp500.000.000.

Perhitungan:
PPh Final = 2,5% × Rp500.000.000 = Rp12.500.000
KAP-KJS: 411128-402
Wajib setor sebelum akta AJB ditandatangani PPAT.

(Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 ayat (1) PP 34/2016; PER-21/PJ/2019; SE-28/PJ/2020)

Contoh 2: Developer — Penjualan Rumah dengan Angsuran

Fakta: PT Griya Sejahtera menjual rumah tapak (bukan RS/RSS) Rp800.000.000. DP Rp200.000.000 (10 Jan 2026) + angsuran Rp50.000.000/bln × 12 bln.

Perhitungan: PPh 2,5% dari setiap pembayaran:
DP Rp200jt → PPh Rp5.000.000 (jatuh tempo 15 Feb 2026)
Angs 1 Rp50jt → PPh Rp1.250.000 (jatuh tempo 15 Mar 2026)
dst.

Catatan: PPh terutang setiap kali menerima pembayaran, bukan saat akta. Biaya tambahan (booking fee, administrasi) masuk DPP.

(Pasal 3 ayat (2)-(4) PP 34/2016; Penjelasan PP 34/2016)

Contoh 3: Pengalihan ke Pemerintah (Proyek Tol)

Fakta: Pemerintah melalui LMAN mengadakan tanah untuk proyek jalan tol. Harga penggantian: Rp2.000.000.000.

Perhitungan: Tarif 0% — PPh = Rp0. Bendahara Pemerintah menerbitkan bukti potong PPh final 0% atas nama penjual.

(Pasal 2 ayat (6), Pasal 4 PP 34/2016)

Contoh 4: Waris Tanah/Bangunan

Fakta: Tuan Bambang meninggal, ahli waris: istri dan 2 anak kandung. Nilai pasar tanah + bangunan: Rp1.200.000.000.

Perlakuan: Dikecualikan dari objek PPh. Ajukan SKB Pengecualian ke KPP dengan surat pernyataan waris, surat keterangan waris, SPPT PBB.

(Pasal 6 huruf d PP 34/2016; PER-8/PJ/2023)

Contoh 5: Hibah ke Keluarga

Fakta: Ibu Sari menghibahkan rumah (nilai pasar Rp900.000.000) kepada anak kandung. Tidak ada hubungan usaha/pekerjaan/kepemilikan/penguasaan.

Perlakuan: Dikecualikan dari objek PPh. PMK 114/2025 menegaskan keuntungan pengalihan harta berupa hibah dikecualikan sepanjang syarat terpenuhi.

(Pasal 6 huruf b PP 34/2016; Pasal 4 ayat (3) UU PPh; Pasal 14 PMK 114/2025)

Contoh 6: Perubahan PPJB (Jual Beli Hak)

Fakta: Tuan Candra membeli apartemen via PPJB (harga Rp600jt, DP Rp150jt). Sebelum lunas, ia menjual hak PPJB ke Tuan Dedi Rp200.000.000.

Perlakuan: Tuan Candra wajib setor PPh 2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000 sebelum adendum ditandatangani.

(Pasal 5 PP 34/2016)

Contoh 7: Hubungan Istimewa (Jual di Bawah Harga Pasar)

Fakta: PT Maju Jaya menjual tanah kepada PT Anak Usaha (kepemilikan 80%) dengan harga Rp1.000.000.000. Harga pasar wajar: Rp1.500.000.000.

Perlakuan: DPP = nilai seharusnya diterima = Rp1.500.000.000. PPh = 2,5% × Rp1.500.000.000 = Rp37.500.000.

(Pasal 2 ayat (3) huruf b PP 34/2016; Pasal 18 UU PPh)

9. RINGKASAN REGULASI CHAIN

PP 48/1994 (pembayaran PPh)
→ PP 27/1996 (perubahan pertama)
→ PP 79/1999 (perubahan kedua)
→ PP 71/2008 (perubahan ketiga)
→ PP 34/2016 (konsolidasi, final, + PPJB)
↓
PMK-261/2016 (tata cara)
↓ DICABUT
PMK-81/2024 (Coretax, berlaku 31 Des 2024)
↓ diubah
PMK-1/2026 (perubahan ke-4, berlaku 22 Jan 2026)

Regulasi validasi:
PER-18/PJ/2017 → PER-21/PJ/2019 (e-PHTB)
SE-40/PJ/2017 → SE-28/PJ/2020
PER-28/PJ/2009 → PER-8/PJ/2023 (SKB)

Regulasi hibah:
PMK-245/2008 → DICABUT oleh PMK 114/2025

850 characters left
Write something before publishing.